ICrypto — Meski telah diblokir secara geografis sejak 2022, pengguna Amerika Serikat justru mendominasi aktivitas taruhan politik di platform prediksi terdesentralisasi Polymarket. Data terbaru dari firma riset blockchain Allium mengungkap fakta mengejutkan: larangan akses tak menghentikan partisipasi, melainkan memindahkan aktivitas ke luar pantauan regulator AS.
Daftar isi
Poin Utama:
- Data Allium menunjukkan dompet AS menjadi pasar politik terbesar di Polymarket global berdasarkan volume kontrak dan jumlah pengguna.
- Perkiraan 30% volume trading di Polymarket berasal dari AS, meski platform telah melarang akses IP dan VPN sejak kesepakatan CFTC senilai $1,4 juta.
- Pengguna AS lebih tertarik pada pasar konflik asingdibandingkan pasar pemilu yang tersedia di platform regulasi AS.
- Polymarket kini menghadapi tekanan regulasi di lebih dari 34 negara, termasuk pemblokiran terbaru dari Spanyol.
- Penelitian Rutgers University memperkirakan transaksi dari AS mencapai $10,6–$26,7 miliar dalam periode Mei 2025 hingga April 2026.
Blokir Geografis Gagal Berfungsi
Polymarket terpaksa memutus akses pengguna AS pada 2022 setelah kesepakatan dengan Commodity Futures Trading Commissionsenilai $1,4 juta. Platform ini dianggap melanggar aturan perdagangan komoditas tanpa izin yang sesuai. Namun, laporan terbaru dari Allium yang dirilis pada Kamismenegaskan bahwa upaya pembatasan tersebut tidak efektif.
“Memblokir akses tidak mengakhiri partisipasi AS; justru menjadikan AS pasar politik terbesar di Polymarket berdasarkan volume,” tulis laporan Allium. “Permintaan masih ada, kini beroperasi di luar negeri dan di luar pengawasan AS.”
Allium mencatat bahwa data mereka didasarkan pada 6% dompet yang berhasil ditandai dengan lokasi negara, sehingga angka tersebut bersifat indikatif. Meski begitu, trennya jelas: pengguna AS dengan mudah mengakali pembatasan menggunakan Virtual Private NetworkBahkan, Polymarket dilaporkan telah memberlakukan pemblokiran lebih ketat terhadap layanan VPN populer sejak Mei 2026, namun upaya tersebut tampaknya belum sepenuhnya berhasil.
Preferensi Pasar: Konflik Asing, Bukan Pemilu
Yang menarik, pengguna AS tidak tertarik pada pasar pemilu yang sebenarnya tersedia secara legal di platform alternatif seperti Kalshi dan Polymarket US. Sebaliknya, dana dari AS lebih banyak mengalir ke pasar terkait konflik asing — khususnya lima dari 12 pasar teratas berkaitan dengan perang Iran.
“Uang AS tercurah ke pasar perang asing, baru-baru ini Iran, dan sebagian besar melewatkan pemilu yang diperdagangkan oleh khalayak global,” ungkap Allium. Fenomena ini menunjukkan bahwa minat pengguna AS pada Polymarket lebih didorong oleh akses ke event global yang tidak tersedia di platform regulasi dalam negeri, bukan semata-mata karena taruhan politik domestik.
Tekanan Regulasi Global Meningkat
Kegagalan geoblock Polymarket datang di saat platform prediksi blockchain menghadapi peningkatan pengawasan global. Spanyol menjadi negara terbaru yang memblokir akses Polymarket dan Kalshi sebagai “tindakan pencegahan” sementara otoritas setempat menyelidiki apakah kedua platform beroperasi tanpa lisensi perjudian yang diperlukan.
Saat ini, Polymarket sepenuhnya diblokir di lebih dari 34 negara. Selain itu, ada empat negara lain termasuk Singapura, Thailand, Taiwan, dan Polandia yang berada dalam mode “close only,” di mana pengguna hanya bisa menutup posisi tanpa membuka perdagangan baru. Empat wilayah tambahan seperti Ontariodan wilayah konflik di Ukraina juga terkena pembatasan serupa.
Analisis: Masa Depan Platform Prediksi Terdesentralisasi
Kasus Polymarket ini menggarisbawahi dilema fundamental dalam regulasi platform terdesentralisasi: bagaimana menegakkan aturan geografis di ekosistem tanpa batas? Meski platform telah berusaha keras membatasi akses, sifat terdesentralisasi dari blockchain dan VPN membuat penegakan efektif hampir mustahil.
Menurut analisis ICrypto, kasus ini bisa menjadi preseden bagi regulator global untuk merumuskan kerangka kerja yang lebih pragmatis. Alih-alih melarang total, pendekatan regulasi berbasis perlindungan konsumen — seperti verifikasi identitasdan pembatasan leverage — mungkin lebih efektif. Di sisi lain, keberhasilan Polymarket menarik likuiditas besar dari AS juga menunjukkan bahwa permintaan pasar untuk pasar prediksi transparan dan global sangatlah tinggi. Apakah ini akan mendorong munculnya platform alternatif yang lebih sulit diblokir, atau justru memicu regulasi yang lebih ketat? Hanya waktu yang akan menjawab.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Pastikan untuk melakukan riset mandiri sebelum terlibat dalam aktivitas trading atau platform prediksi apa pun.
