Tuban – Polres Tuban menggelar pasar murah yang menjual beras terjangkau di Balai Desa Sugiharjo, Kecamatan/Kabupaten Tuban, dalam rangka memperingati Hari Ulang TahunKemerdekaan Republik Indonesia ke 80, serta upaya Polri dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan. Sabtu
Dalam pasar murah tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Tuban Kompol Achmad Robial, S.E., S.I.K., M.H., juga dibantu oleh sejumlah Polwan dari Polres Tuban yang terlihat memakai atribut merah-putih dengan humanis melayani satu-persatu masyarakat yang datang untuk membeli beras.
Kompol Robi sapaan Wakapolres Tuban mengatakan bahwa beras yang dijual sebagai program Stabilisasi Pasokan dan Harga Berasini dengan harga Rp11.600 per kilogram lebih rendah dari harga pasaran. “Hari ini sebanyak 400 paket beras kemasan 5 kilogram dengan jumlah total 2 ton yang telah disiapkan untuk dijual,” ujar Kompol Robi.
Tak berlangsung lama, dalam hitungan jam beras tersebut sudah ludes diserbu oleh warga. Meski begitu, setiap masyarakat hanya dibatasi pembelian minimal 2 paket. “Kita siapkan 400 kemasan 5 kilogram, maksimalkan warga bisa membeli 2 paket,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa program ini tidak hanya dilakukan di Balai Desa Sugiharjo saja. Namun, di seluruh jajaran Polsek juga dilaksanakan kegiatan serupa selama seminggu kedepan sesuai dengan lokasi dan jadwal yang telah ditentukan. “Seminggu kedepan akan kita laksanakan di seluruh kecamatan,” tegas Wakapolres Tuban.
Ia berharap beras tersebut dapat tepat sasaran, sehingga pihaknya juga menyiapkan kupon untuk diberikan kepada warga yang berhak menerima. Sehingga, masyarakat yang telah mendapatkan kupon langsung datang untuk melakukan pembelian beras dengan harga murah dilokasi yang sudah ditentukan. “Beras ini tidak kita jual kepada toko maupun tengkulak, namun langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Achmad Robial.
Lanjut, ia juga berharap program ini dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak masyarakat secara merata di seluruh Kabupaten Tuban, sehingga harga beras yang ada di pasaran bisa tetap stabil. “Sebelum dibawa pulang, untuk mengantisipasi kemasan digunting sebagai tanda dan supaya tidak ada penyalahgunaan bekas kemasan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.
