UMKM Makin Moncer! Begini Strategi Pemasaran Digital ala Siswa Diktukba SPN Polda Jatim

Blitar – Program ‘Live In’ bagi Siswa Pendidikan Pembentukan BintaraPolri T.A. 2025 dari Sekolah Polisi NegaraPolda Jatim tidak hanya sebatas pelatihan kepolisian konvensional.

Mengusung konsep pembelajaran berbasis nyata, para siswa kini terjun langsung ke masyarakat, berkolaborasi memecahkan masalah riil yang dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Pada Selasa, salah satu kelompok siswa yang melaksanakan ‘Live In’ di wilayah hukum Polres Blitar Kota memulai pengalaman mereka di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul. Fokus mereka tertuju pada UMKM budidaya Ikan Koi milik Tunggul Jati Ardiansyah dari Joyokusumo Koi Farm, yang menghadapi tantangan pemasaran signifikan.

Sebelum terjun ke lokasi, para siswa menerima pembekalan di Mapolres Blitar Kota. Kabag SDM Kompol Imron, mewakili Kapolres Blitar Kota, menekankan pentingnya etika dan kehormatan institusi saat berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Selama berinteraksi, para siswa menerima edukasi mendalam mengenai budidaya ikan koi. Dalam diskusi, terungkap permasalahan krusial terkait segmentasi pasar yang sempit.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang siswa, Satrio Wibowo Anggoro Adhji Saputro atau akrab disapa Ronggo, memaparkan ide solutif mengenai pentingnya digital branding.

“Kuncinya adalah membangun Brand Digital yang kuat. UMKM harus memanfaatkan teknologi media digital tidak hanya untuk berjualan, tetapi yang lebih penting, untuk mengedukasi pasar tentang kualitas koi lokal,” ujar Ronggo.

Ia mendorong setiap UMKM untuk memiliki identitas digital yang jelas agar koi lokal Blitar mampu menembus pasar nasional hingga mancanegara, serta mengajak kolaborasi dengan influencer atau penggiat media sosial.

Di lokasi terpisah, Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, mengatakan bahwa inti dari program ‘Live In’ ini adalah pembelajaran dua arah.

Baca juga:  Posko Bencana 24 Jam Polresta Malang Kota: Siaga Penuh, Tanggap Cepat!

“Program Live In secara khusus dirancang untuk memperkuat nilai-nilai empati, toleransi, tanggung jawab sosial, serta kepemimpinan yang humanis,” terang Kombes Agus.