Jakarta, Portal Indonesia Crypto Media — Binance melanjutkan ekspansinya ke ranah keuangan tradisional (traditional finance / TradFi) dengan meluncurkan layanan perdagangan opsi saham untuk lebih dari 1.000 saham dan exchange-traded fundsasal Amerika Serikat. Langkah ini menandai lompatan besar bursa kripto terbesar dunia dalam menjembatani kesenjangan antara aset digital dan instrumen keuangan konvensional.
Daftar isi
Poin Utama
- Binance meluncurkan opsi saham dan ETF AS untuk pengguna non-AS melalui Nest Trading yang berlisensi Abu Dhabi
- Opsi tersebut settlement secara fisik, artinya pemegang opsi akan menerima atau menyerahkan saham underlying
- Volume TradFi perpetual futures di Binance mencapai $433 miliar pada Agustus 2026, naik 15 kali lipat dari Januari
- Pasar saham ter-tokenisasi (tokenized stocks / RWA) melonjak menjadi $2,6 miliar dari $346 juta setahun lalu
- Coinbase, Kraken, dan Robinhood juga memperluas ekosistem saham ter-tokenisasi secara global
Ekspansi TradFi Binance
Menurut pengumuman resmi, opsi yang ditawarkan melalui broker-dealer Nest Trading yang berbasis di Abu Dhabi akan diarahkan ke Alpaca Securities untuk eksekusi, clearing, settlement, dan custody. Berbeda dengan perpetual futures berbasis ekuitas, opsi ini settlement secara fisik — artinya pengguna yang mengeksekusi opsi akan menerima atau menyerahkan saham underlying.
Binance menyebut bahwa perdagangan produk keuangan tradisional di platformnya terus mengalami akselerasi signifikan. Volume perpetual futures TradFi tercatat mencapai sekitar $433 miliar pada Agustus 2026, angka yang melonjak hingga 15 kali lipat dibandingkan total volume pada Januari lalu. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap akses lintas-aset dari basis pengguna kripto semakin kuat.
Gelombang Saham Ter-Tokenisasi
Tren ini sejalan dengan pertumbuhan pesat pasar saham ter-tokenisasi (Real World Assets / RWA). Data dari RWA.xyz menunjukkan nilai terdistribusi saham ter-tokenisasi kini mencapai sekitar $2,6 miliar, naik signifikan dari sekitar $346 juta pada periode yang sama tahun lalu. Volume transfer bulanan juga melonjak 93% dalam 30 hari terakhir menjadi $25,1 miliar, sementara jumlah holder naik 157% mendekati 2,5 juta.
Minggu lalu, Coinbase memperkenalkan B20 tokenized equities di jaringan Base, memberikan akses 24/7 bagi pengguna non-AS ke versi onchain dari saham Apple, Nvidia, Meta, dan Alphabet. Aset tersebut juga dapat diintegrasikan ke protokol DeFi untuk keperluan trading dan collateralized borrowing.
Kraken pun tak kalah agresif. Pada Agustus, bursa tersebut membuka akses ke lebih dari 7.000 saham AS untuk pelanggan Eropa yang memenuhi syarat, sejalan dengan xStocks ter-tokenisasi miliknya. Sementara itu, Robinhood meluncurkan Robinhood Chain pada Juli bersama generasi baru Stock Token yang tersedia untuk pengguna di lebih dari 120 negara.
Analisis
Langkah Binance memperkuat narasi bahwa batas antara keuangan tradisional dan aset digital semakin tipis. Adopsi produk TradFi oleh bursa kripto tidak lagi sekadar strategi diversifikasi, melainkan keharusan untuk tetap kompetitif di tengah perlombaan global. Integrasi opsi saham fisik juga membuka peluang bagi trader kripto untuk melakukan hedging dan diversifikasi portofolio tanpa harus pindah platform.
Namun, pengguna tetap perlu waspada akan risiko regulasi, terutama terkait akses geografis dan kepatuhan terhadap hukum sekuritas di masing-masing yurisdiksi. Larangan untuk pengguna AS dan beberapa wilayah lain tetap berlaku, sehingga peluang ini terbatas bagi sebagian komunitas global.
Disclaimer
Artikel ini disusun berdasarkan informasi dari sumber terbuka dan bukan merupakan saran investasi. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri (Do Your Own Research / DYOR) sebelum mengambil keputusan finansial. Portal Indonesia Crypto Media tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.