Bitcoin Melonjak ke US70.000 Jelang Data Inflasi: Ancaman Baru untuk Bull Run?

Pada 10 Maret 2026, Bitcoin berhasil kembali menembus US$70.000 (sekitar $70.000–$70.984 pada waktu publikasi), naik hampir 5% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini terjadi menjelang rilis CPI Februari 2026 AS pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 8:30 ET, yang menjadi event makro paling krusial pekan ini bagi aset kripto.

BTC masih bergerak sideways dalam range $63.000–$75.000 selama dua bulan terakhir, setelah koreksi tajam ~45% dari ATH >$126.000 di Januari 2026. Saat ini, BTC berada di fase sensitif: rebound teknis, tapi rentan terhadap data inflasi yang “hotter than expected”.

Perkiraan CPI Februari dari Bank Wall Street | Sumber: Nick Timiraos di X

Prediksi Wall Street: Inflasi Bulanan Bisa Lebih Panas

Survei WSJ terhadap 16 bank besar menunjukkan median headline CPI MoMFebruari di 0.27% — naik signifikan dari 0.17% di Januari (yang lemah karena distorsi shutdown pemerintah Oktober 2025). YoY tetap di 2.4%.

Persebaran prediksi lebar menandakan ketidakpastian tinggi:

  • Dovish: Goldman Sachs prediksi 0.18% MoM.
  • Hawkish: Citigroup, Moody’s, Morgan Stanley, Nomura — semuanya >0.3%.

Core CPIdi 0.3% MoM jadi level kritis menurut analis seperti TheBullishTradR: jika keluar ≥0.3%, bisa picu risk-off → BTC turun ke bawah $68.000, bahkan mendekati $65.000. Sebaliknya, jika <0.2%, narasi bullish kuat dengan target jangka pendek $72.000+.

Korelasi BTC dengan Saham & Pasar Volatil

Korelasi BTC/S&P 500 saat ini ~0.30 — artinya pergerakan BTC jangka pendek masih ikut makro AS. VIXdi 29.5 menunjukkan pasar sudah tegang sebelum rilis CPI.

Baca juga:  Mengenal Bitcoin Cash: Mata Uang Kripto Baru yang Semakin Populer di Indonesia

Outlook The Fed & Skenario Bearish

CME FedWatch: 97.4% probabilitas no change di FOMC 18 Maret (range target 3.50–3.75%). Ekspektasi pemotongan rate akhir 2026 bergantung CPI:

  • JPMorgan: Fed hold sampai 2026, mungkin hike 25 bps Q3 2027 (pasar tenaga kerja ketat + disinflasi lambat).
  • Goldman Sachs & Barclays: potensi cut September & Desember 2026.

CoinShares warning: skenario stagflasi (inflasi tinggi + growth lambat) bearish buat BTC, dengan floor ~$70.000. Distorsi data BLS (imputasi sektor hunian) masih ada; koreksi penuh baru di CPI April 2026. Bahkan jika Februari terlihat “sideways”, tekanan riil bisa tersembunyi.

Probabilitas Suku Bunga The Fed | Sumber: CME FedWatch Tool

Implikasi untuk Trader Kripto Indonesia

  • Bull case: BTC bisa breakout $72K–$75K, momentum altcoin ikut naik.
  • Bear case: risk-off, BTC koreksi ke $65K–$68K, altcoin lebih parah.
  • Pantau: CPI headline/core MoM, reaksi saham AS, & ETF inflows BTC.

CPI Februari bukan akhir cerita — April 2026 (setelah distorsi hilang) jadi ujian makro sesungguhnya. BTC rebound ini bisa jadi fakeout atau awal recovery, tergantung inflasi AS. Siapkah kamu untuk volatilitas tinggi?

Sumber: BeInCrypto Markets, WSJ survey, CME FedWatch, BLS schedule, CoinShares outlook 2026, data real-time 10 Maret 2026.

Apa prediksi kamu untuk CPI Februari? Bullish atau bearish BTC?