Daftar isi
Mengapa Bitcoin Anjlok di Bawah US$70.000? Dua Kekuatan Besar di Balik Kepanikan Pasar
Selasa sore yang dramatis. Bitcoin yang sempat bertahan di atas level psikologis US$70.000 tiba-tiba ambruk. Penyebab utamanya bukan berita buruk makroekonomi, melainkan dua peristiwa klasik yang selalu membuat trader kripto gelisah: gerakan besar Mt. Gox dan penjualan MicroStrategy.
Dalam hitungan jam, harga BTC turun cukup dalam dan menyentuh level di bawah US$70.000, memicu likuidasi dan Fear & Greed Index yang kembali menunjukkan sentimen ketakutan.
1. Mt. Gox Kembali Gerak: Transfer Raksasa US$739 Juta
Menurut data on-chain, bekas exchange raksasa Mt. Gox yang bangkrut tahun 2014 baru saja melakukan salah satu transfer terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Sebanyak 10.422 BTC (senilai sekitar US$739 juta) dipindahkan ke wallet baru.
Mayoritas dana — sekitar 10.306 BTC — masuk ke alamat baru yang belum pernah terlihat sebelumnya (dimulai dengan 14FEEMRh). Sebagian kecil dialirkan ke hot wallet Mt. Gox sebelum akhirnya dipindahkan lagi.
Meski Arkham Intelligence dan pemantau on-chain lainnya menyebut tidak ada penjualan besar-besaran di exchange, berita transfer ini saja sudah cukup memicu tekanan jual jangka pendek. Pasar kripto memang terkenal sensitif terhadap berita semacam ini, terutama di musim panas yang likuiditasnya tipis.
Mt. Gox sendiri masih menyimpan sekitar 34.500 BTC untuk distribusi ke kreditur. Batas waktu pembayaran telah diperpanjang hingga 31 Oktober 2026. Artinya, selama lebih dari setahun ke depan, potensi transfer serupa masih bisa muncul dan menjadi headline.
Fakta penting: Sejarah menunjukkan sebagian besar kreditur Mt. Gox tidak langsung menjual Bitcoin yang mereka terima. Namun, ketakutan akan potensi banjir supply tetap menjadi beban sentimen.
2. MicroStrategy “Patah” Tradisi: Jual 32 BTC
Faktor kedua yang memperburuk suasana adalah MicroStrategy — pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia.
Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor ini menjual 32 BTC senilai sekitar US$2,5 juta antara 26–31 Mei. Meski jumlahnya sangat kecil dibandingkan total kepemilikan mereka yang mencapai lebih dari 843.000 BTC, langkah ini memecahkan tren akumulasi agresif yang selama ini menjadi ikon “Bitcoin-first strategy” mereka.
Penjualan dilakukan untuk membiayai pembagian saham preferen. Namun di tengah sentimen pasar yang sudah rapuh, gerakan ini langsung menjadi bahan bakar narasi bearish.
Analisis Teknis: Level Support yang Harus Diperhatikan
Trader dan analis teknikal saat ini fokus pada beberapa level krusial:
- US$68.000 → Support pertama dan paling penting saat ini.
- US$64.000 – US$66.000 → Zona akumulasi kuat holder jangka panjang.
- US$65.000 → Target bearish jika breakdown terjadi.
- US$71.500 → Area potensial untuk short squeeze.
- US$75.000 → Level breakout yang bisa mengubah narasi menjadi bullish.
Analis ternama Michaël van de Poppe menekankan pentingnya mempertahankan support di atas US$71.000. Jika gagal, harga berpotensi meluncur ke US$65.000 atau bahkan US$61.000. Namun, ia juga melihat Moving Average 200 hari sebagai benteng pertahanan jangka panjang yang cukup kuat.
Saat ini Bitcoin masih 44% di bawah All-Time High yang hampir menyentuh US$126.000 pada Oktober 2025.
Prospek Jangka Panjang: Peluang atau Jebakan?
Banyak analis melihat penurunan kali ini sebagai reaksi berlebihan akibat likuiditas rendah, bukan perubahan fundamental. Faktor makro, outflow ETF periodik, dan volume trading musim panas yang sepi memang memperburuk pergerakan.
Pandangan optimis:
- Level harga saat ini dianggap menarik untuk akumulasi investor jangka panjang.
- Distribusi Mt. Gox diperkirakan akan terserap secara bertahap.
- Tren adopsi korporat dan potensi inflow ETF baru masih menjadi katalis positif.
Risiko yang tetap ada:
- Tekanan supply dari Mt. Gox hingga akhir 2026.
- Ketidakpastian makroekonomi global.
- Potensi deleveraging lebih lanjut.
Kesimpulan
Penurunan Bitcoin di bawah US$70.000 kali ini lebih mencerminkan psikologi pasar dan likuiditas tipis daripada perubahan fundamental yang buruk. Mt. Gox dan MicroStrategy hanya menjadi pemicu, bukan akar masalah.
Bagi investor jangka panjang, momen seperti ini sering kali menjadi kesempatan. Bagi trader jangka pendek, volatilitas tinggi ini menuntut kehati-hatian ekstra.
Yang pasti, pasar kripto kembali mengingatkan kita semua: volatilitas adalah bagian dari permainannya.
