Di tengah tekanan pasar kripto yang sedang goyah, XRP kembali mencuri perhatian. Token asal Ripple ini sedang menguji level oversold historis pada Relative Strength Indexmingguan — sebuah kondisi langka yang hanya terjadi dua kali sepanjang sejarah XRP, termasuk saat menyentuh titik terendah bear market tahun 2022.
Apakah ini sinyal kapitulasi yang menjadi awal dari pembalikan tren spektakuler?
Daftar isi
Sinyal Langka yang Pernah Memicu Reli Besar
Relative Strength Indexadalah indikator momentum yang sangat dihormati trader. Ketika RSI mingguan jatuh mendekati atau di bawah angka 30, itu biasanya menandakan penjual sudah kelelahan total — kondisi “oversold” ekstrem yang sering menjadi titik balik.
Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,07 setelah mengalami penurunan lebih dari 3% dalam 24 jam dan 10% dalam seminggu. Kapitalisasi pasarnya turun menjadi sekitar US$66,2 miliar. Namun, justru di momen seperti inilah para analis kontrarian mulai bersemangat.
“Baru kedua kali dalam sejarah menyentuh zona ini. Sungguh luar biasa,” ujar analis CryptoSensei. “Saya tidak bilang ini pasti bottom, tapi di titik inilah saya berhenti mendengarkan opini panik.”
Pada akhir 2022, setup teknikal yang hampir identik muncul ketika XRP berada di level US$0,29. Beberapa bulan kemudian, token ini melesat signifikan dalam salah satu reli pemulihan terkuatnya.
Fundamental yang Jauh Lebih Kuat dari 2022
Berbeda dengan tahun 2022, kali ini XRP datang dengan fondasi yang jauh lebih solid:
- Kemenangan hukum Ripple vs SEC yang telah menghilangkan ketidakpastian besar
- Peningkatan adopsi XRP Ledger untuk pembayaran lintas batas dan tokenisasi aset dunia nyata
- Akumulasi whale yang stabil di tengah penurunan harga — pola yang sering mendahului pemulihan kuat
Analis ChartNerd menambahkan: “XRP dalam kondisi oversold secara historis di RSI mingguan dan bulanan. Kita semakin mendekati wilayah oversold paling ekstrem dalam lebih dari satu dekade. Peluang besar ada di sini.”
Tantangan dan Potensi Target Harga
Meski sinyal teknikal menarik, tantangan tetap ada. XRP tahun ini masih tertinggal dibanding Bitcoin dan Ethereum, tertekan oleh penguatan dolar AS dan sentimen makro yang hati-hati. Resistance terdekat berada di US$1,30 – US$1,40, sementara support psikologis kuat ada di US$1,00.
Di sisi lain, proyeksi jangka panjang dari institusi seperti Standard Chartered tetap bullish, dengan target harga di atas US$2 pada akhir 2026 — dengan catatan ETF dan regulasi yang semakin ramah.
Trader saat ini sedang memantau dua konfirmasi penting:
- Penutupan mingguan di atas Moving Average 50-minggu
- Munculnya divergensi RSI yang menandakan momentum mulai berbalik
Kesimpulan: Peluang atau Jebakan?
Sinyal oversold historis XRP ini bukan jaminan, tapi salah satu setup teknikal paling langka di pasar kripto. Bagi trader yang sabar dan percaya pada fundamental Ripple yang terus berkembang, momen ini bisa menjadi kesempatan akumulasi yang jarang datang.
Apakah XRP akan mengulang kisah kebangkitan 2022–2023? Atau pasar masih butuh waktu untuk mencerna tekanan makro saat ini?
Satu hal yang pasti: pasar selalu memberi penghargaan kepada mereka yang berani membeli saat darah mengalir di jalan.
