Pemegang Bitcoin Senior Berhenti Jualan, Pergerakan BTC Tidur Panjang Capai Level Terendah 4 Tahun Sinyal Apa bagi Investor?

Portal Indonesia Crypto Media — Data terbaru dari Galaxy Research menunjukkan aktivitas gerakan Bitcoinyang telah lama menganggur atau “dormant” mencapai level terendah sejak kuartal ketiga 2022, menandakan para pemegang jangka panjang atau “OG” telah mengurangi tekanan jual secara signifikan di kuartal kedua 2026.

Poin Utama

  • Aktivitas Bitcoin dormant turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir.
  • Coin Days Destroyedjuga menunjukkan penurunan tajam, menandakan tekanan jual dari holder lama berkurang.
  • Para OG holder yang sebelumnya mengambil untung besar di 2024 dan 2025 kini memilih menahan aset.
  • Perilaku ini mirip dengan pola profit-taking yang terjadi pada bull run Bitcoin 2017.
  • Harga BTC stabil di kisaran $65.000 meski pasar tetap waspada terhadap sentimen makro.

Dormant Bitcoin Movement: Apa dan Mengapa Penting?

Dormant Bitcoin movement adalah metrik on-chain yang melacak jumlah BTC yang telah lama tidak berpindah tangan sebelum akhirnya dipindahkan kembali. Ketika holder lama mulai memindahkan koin-koin mereka, analis pasar menganggap itu sebagai sinyal potensi profit-taking atau distribusi. Sebaliknya, ketika aktivitas dormant rendah, hal ini menunjukkan para holder percaya bahwa harga masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut.

Alex Thorn, Head of Firmwide Research di Galaxy, menyatakan bahwa penurunan aktivitas dormant di kuartal kedua tahun ini merupakan tanda kuat bahwa para pemegang Bitcoin dari era awal atau “OGs” telah mengurangi aktivitas penjualan setelah periode distribusi masif pada 2024 dan 2025. Pernyataan tersebut diperkuat oleh data coin days destroyedyang juga menunjukkan penurunan serupa.

Baca juga:  April 2026: 18 Hari Neraka Kripto, Rp 9,4 Triliun Raib Dicuri Peretas!

Mengapa OG Holder Berhenti Menjual?

Menurut Thorn, pola ini mirip dengan yang terjadi pada siklus bull run tahun 2017, di mana para whale dan holder jangka panjang mengambil keuntungan besar di puncak, lalu mulai menahan aset kembali saat pasar memasuki fase konsolidasi. Beberapa faktor yang diduga mendorong perilaku ini antara lain:

  • Harga stabil di atas $60.000 — para holder percaya pasar belum mencapai puncak siklus saat ini.
  • Ekspektasi kenaikan institusional — adopsi Bitcoin oleh korporasi dan negara-negara seperti El Salvador terus berlanjut.
  • Pasar lebih matang — semakin banyak produk derivatif dan ETF yang memungkinkan investor mengelola risiko tanpa harus menjual aset spot.

Analisis: Akumulasi atau Sekadar Jeda?

Dari perspektif teknikal, penurunan dormant activity yang disertai harga stabil biasanya menjadi sinyal bullish jangka menengah. Jika para holder paling kuat di pasar memilih untuk tidak menjual, supply yang tersedia di pasar terbatas, yang pada gilirannya dapat mendorong harga lebih tinggi jika permintaan meningkat.

Namun, penting untuk dicatat bahwa pasar crypto tetap rentan terhadap isu makroekonomi global, kebijakan suku bunga Federal Reserve, dan regulasi yang masih berkembang. Investor disarankan untuk tidak mengartikan data on-chain sebagai jaminan kenaikan harga absolut.

Sumber: Cointelegraph Markets, Galaxy Research — 27 Juli 2026

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi semata. Bukan merupakan saran investasi, trading, atau keuangan. Harga aset kripto sangat fluktuatif. Lakukan riset mandirisebelum mengambil keputusan investasi. Portal Indonesia Crypto Media tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.