Manajer aset terbesar di dunia, BlackRock, baru-baru ini merilis sebuah makalah riset yang menegaskan potensi besar kecerdasan buatandalam mendorong permintaan terhadap aset digital. Menurut laporan berjudul The Machine-Native Economy, dampak AI terhadap industri kripto masih belum sepenuhnya diapresiasi oleh pasar luas, meskipun tren ini mulai menarik perhatian para investor institusional.
Daftar isi
Poin Utama
- BlackRock melihat AI sebagai katalis struktural bagi adopsi aset kripto secara massal.
- Stablecoin diprediksi menjadi instrumen pembayaran utama untuk transaksi mesin-ke-mesin
- Tokenisasi kapasitas komputasi membuka peluang investasi baru dalam ekosistem digital asset.
- Hubungan AI dan kripto bersifat simbiosis, saling memperkuat posisi masing-masing sektor.
- Laporan ini membawa tesis AI-kripto ke audiens institusional yang lebih luas.
AI Memicu Kebutuhan Infrastruktur Pembayaran Baru
Salah satu argumen utama dari tim riset BlackRock adalah munculnya agentic AI atau agen AI yang dapat beroperasi secara otonom. Agen-agen ini akan membutuhkan sistem pembayaran yang mampu menangani transaksi berfrekuensi tinggi, berbiaya rendah, dan berjalan 24/7 tanpa intervensi manusia.
Infrastruktur perbankan tradisional memiliki keterbatasan dalam hal ini. Biaya merchant, proses verifikasi akun, dan waktu settlement yang bervariasi menjadikan transaksi bernilai kecil (bahkan di bawah satu sen) tidak ekonomis. Sebaliknya, stablecoin, aset kripto native, dan aset dunia nyata yang ter-tokenisasi dinilai sangat cocok untuk kebutuhan transaksi mesin-ke-mesin yang berlangsung tanpa henti.
“Beberapa jenis aset digital dapat mendukung perdagangan agenik, tetapi stablecoin kemungkinan besar akan memimpin penggunaan transaksional,” tulis tim penulis yang terdiri dari Will Su, Robert Mitchnick, Jay Jacobs, dan William Helm dari BlackRock.
Tokenisasi Komputasi: Peluang Baru bagi Kripto
Selain pembayaran, BlackRock juga mengidentifikasi peluang besar dalam pasar komputasi. Permintaan daya pemrosesan untuk melatih dan menjalankan model AI terus melonjak. Perusahaan AI dapat mencoba mengunci biaya dan kapasitas komputasi melalui klaim yang direpresentasikan sebagai token.
Klaim tersebut kemudian dapat dipindahtangankan, dijaminkan sebagai kolateral, atau diperdagangkan di pasar sekunder. Menurut BlackRock, hal ini dapat memperluas partisipasi investor institusional dan menjadikan komputasi sebagai kelas aset baru dalam ekosistem digital.
“Ini pada gilirannya dapat memperluas partisipasi investor institusional dan menjadikan komputasi sebagai peluang baru bagi ekosistem aset digital yang lebih luas,” jelas para penulis laporan.
Respons dari Komunitas Kripto
Tesis BlackRock ini sejalan dengan argumen yang telah lama digaungkan oleh eksekutif kripto. CEO Coinbase, Brian Armstrong, pada Juli lalu menegaskan bahwa mega-tren AI justru memperkuat pentingnya kripto, bukan menggantikannya. Menurutnya, agen AI membutuhkan “programmable money” daripada sistem perbankan tradisional.
Beberapa protokol sudah mulai dikembangkan untuk mendukung aktivitas ini, antara lain protokol x402 dari Coinbase dan Machine Payments Protocol dari Tempo. Circle juga telah memperkenalkan agent wallet dan alat pembayaran USDC, sementara OKX merilis Agent Payments Protocol untuk mendukung pembayaran berulang dan escrow.
Analisis: Konvergensi AI dan Kripto Semakin Nyata
Pandangan BlackRock menandakan titik balik dalam narasi besar industri kripto. Ketika manajer aset raksasa yang mengelola triliunan dolar mulai mengakui potensi sinergi AI-kripto, sinyal bagi pasar institusional menjadi semakin kuat. Tokenisasi komputasi dan pembayaran mesin-ke-mesin bukan lagi konsep futuristik, melainkan arsitektur ekonomi digital yang sedang dibangun.
Bagi investor ritel di Indonesia, tren ini mengindikasikan bahwa adopsi aset kripto dapat mempercepat seiring dengan pertumbuhan AI. Stablecoin sebagai jembangan pembayaran dan token komputasi sebagai kelas aset baru patut dipantau dalam jangka menengah hingga panjang. Namun, volatilitas dan risiko regulasi tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.
Disclaimer
Artikel ini disusun berdasarkan informasi publik dari sumber terpercaya dan bertujuan untuk memberikan edukasi serta informasi kepada pembaca. Konten ini bukan merupakan saran investasi, keuangan, atau perdagangan. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi pembaca. Pastikan untuk melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan terkait aset kripto atau investasi lainnya.